
Hybrid bukan lagi sekadar alternatif. Arah infrastruktur IT semakin bergerak menuju kombinasi on-premises, private cloud, public cloud, bare-metal, dan edge, sesuai kebutuhan workload.
Flexera 2026 mencatat bahwa 73% organisasi menggunakan hybrid cloud ( https://info.flexera.com/CM-REPORT-State-of-the-Cloud ), sementara Gartner menempatkan Hybrid Computing sebagai tren I&O nomor 1 untuk 2026. ( https://www.gartner.com/en/newsroom/press-releases/2025-12-11-gartner-identifies-the-top-trends-impacting-infrastructure-and-operations-for-2026 )
Bagi kami, pendekatan hybrid bukan hanya mengikuti tren, tetapi merupakan strategi untuk mendapatkan fleksibilitas workload, kontrol infrastruktur, efisiensi resource, availability, serta kemampuan melakukan scaling sesuai kebutuhan.
Infrastruktur Hybrid Data Center Kami
Kami menerapkan arsitektur Hybrid Data Center dengan mengombinasikan infrastruktur data center milik sendiri dengan berbagai penyedia cloud di beberapa lokasi.
Sebagian server kami berada di RackNerd, Amerika Serikat, sebagian lainnya di Contabo, Jerman, dan Vultr, Singapura. Dari seluruh infrastruktur eksternal tersebut, jumlah server kami paling banyak berada di RackNerd, Amerika Serikat.
Di Indonesia, kami mengoperasikan X-Code Data Center sebagai data center milik sendiri dan menjadi pusat resource terbesar dalam keseluruhan infrastruktur hybrid kami.

Saat ini, di data center kami sendiri, kami mengoperasikan 26 server bare-metal secara 24/7 dengan berbagai teknologi modern, antara lain Proxmox, Canonical MicroCloud, Ceph, Kubernetes, Docker, dan OpenStack, serta berbagai teknologi pendukung lainnya.
Untuk kebutuhan monitoring, observability, dan security monitoring, kami menggunakan berbagai platform, antara lain Wazuh SIEM, Zabbix, Splunk, Netdata, Grafana, dan Prometheus.
Apa yang Kami Jalankan di Atas Infrastruktur Ini?
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi untuk berbagai layanan dan platform, antara lain:
• Public Cloud VPS
• Shared Web Hosting
• Dedicated Server
• CTF Platform
• Cybersecurity Examination & Certification Platform
• Infrastructure as a Service (IaaS)
• Platform as a Service (PaaS): Web & Automation, WordPress, Nextcloud, & AI
• Enterprise Cyber Range
• Internal Corporate Servers
Enterprise Cyber Range
Salah satu workload dengan kebutuhan resource terbesar adalah Enterprise Cyber Range.
Beberapa skenario yang kami jalankan antara lain:
Active Directory Exploitation
FreeIPA Security Testing
Malware Analysis
Binary Exploitation
Windows & Linux Security Testing
dan berbagai skenario cybersecurity lainnya.

Memasuki 2027 dan seterusnya, kami melihat Hybrid Data Center akan semakin terintegrasi dengan Kubernetes, AI, automation, observability, security, serta API integration. Kami juga mengintegrasikan API dengan berbagai platform, sehingga satu sistem dapat digunakan untuk kebutuhan seperti single login di forum maupun akses ke berbagai layanan lainnya.
Pada akhirnya, bagi kami Hybrid Data Center bukan hanya tentang infrastructure, tetapi bagaimana seluruh platform dapat terhubung dan bekerja sebagai satu ekosistem yang fleksibel, scalable, secure, dan mudah dikembangkan.
xcode.co.id