
Ada yang bilang networking ujung-ujungnya cuma soal transaksi: saling tukar keuntungan.
Menurut saya, ada benarnya.
Dalam dunia profesional, value memang penting. Skill, pengalaman, informasi, akses, dan koneksi, semuanya punya nilai.
Tapi ada satu hal yang sering dilupakan:
Value tanpa trust bisa jadi masalah.
Bayangkan ada orang yang sangat pintar, punya banyak koneksi, dan mampu menghasilkan sesuatu yang besar.
Tapi dia sering ingkar janji, tidak bisa menjaga informasi, atau suka mengambil keuntungan dari orang lain.
Orang seperti ini bisa jauh lebih berisiko untuk diajak bekerja sama dibanding seseorang yang skill-nya belum besar, tetapi bisa dipercaya.
Kenapa?
Karena dalam hubungan profesional, yang dipertaruhkan bukan cuma uang atau pekerjaan, tapi juga reputasi.
Saat saya memperkenalkan seseorang kepada client atau partner, reputasi saya ikut dipertaruhkan.
Kalau dia mengecewakan, secara tidak langsung saya juga ikut terkena dampaknya.
Itulah kenapa trust itu sendiri adalah value.
Jadi networking bukan cuma soal:
“Kamu bisa bantu apa?”
Tapi juga:
“Bisa nggak saya andalkan kamu?”
Tentu, trust saja tidak cukup. Kita tetap perlu skill dan kompetensi.
Tapi trust membuat kompetensi kita layak dipercaya, direkomendasikan, dan dibawa ke kesempatan yang lebih besar.
Dan kabar baiknya, kita tidak perlu menunggu menjadi ahli untuk mulai membangun trust.
Skill bisa dipelajari.
Pengalaman bisa dikumpulkan.
Network bisa dibangun.
Sementara trust bisa dimulai dari hal-hal sederhana:
Tepati janji.
Balas pesan sesuai waktu yang dijanjikan.
Jaga informasi yang bukan milikmu.
Kalau tidak bisa, katakan tidak bisa.
Orang mungkin datang karena value.
Tapi mereka akan terus bekerja sama dengan kita karena trust.