
Tim X-code
Saya menempuh perjalanan pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi di sejumlah institusi pendidikan yang memiliki sejarah panjang di Yogyakarta.
Latar Belakang Keluarga

Jogja
Saya berasal dari Yogyakarta dan sejak kecil tumbuh di Yogyakarta serta beberapa wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Masa kecil saya sempat berpindah mengikuti penempatan tugas almarhum ayah sebagai dokter umum PNS. Saya pernah tinggal di Girimulyo, Sentolo, hingga Temon, Kabupaten Kulon Progo. Di Temon, keluarga kami menempati rumah dinas yang berada dalam satu area dengan Puskesmas Temon I, tempat almarhum ayah bertugas.
Almarhum ayah saya adalah dokter umum lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S2 di UGM.

Dalam keluarga, bidang pendidikan yang ditempuh cukup beragam. Adik kedua menempuh S1 Teknik Informatika di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan kemudian lulus S2 Magister Teknologi Informasi di Universitas Indonesia (UI). Sejak 2010, ia bekerja di salah satu kementerian Republik Indonesia.

Kurniawan saat masih kecil
Saat itu saya masih kecil. Setelah beberapa kali berpindah tempat mengikuti perjalanan keluarga, kami kemudian kembali dan menetap di pusat Kota Yogyakarta.
Adik perempuan ketiga menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Kedokteran Jiwa di UGM hingga menjadi psikiater.
Sementara itu, adik perempuan keempat telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi.

Kurniawan di era pertengahan 90an
Dengan latar belakang tersebut, keluarga kami memiliki perjalanan pendidikan yang cukup beragam, mulai dari kedokteran, teknologi informasi, ilmu komputer, hingga psikologi. Bagi saya, keberagaman tersebut menjadi bagian dari lingkungan yang membentuk cara pandang terhadap pendidikan, keilmuan, dan proses belajar.
Perjalanan Pendidikan

Kurniawan
Pada jenjang SD, saya bersekolah di salah satu sekolah Katolik swasta favorit/unggulan di Yogyakarta yang berakar dari karya pendidikan para suster OSF (Ordo Santo Fransiskus) dan memiliki sejarah pendidikan di Yogyakarta sejak 1902. Karya pendidikan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan di Yogyakarta selama lebih dari satu abad.

Foto waktu masih SMP (Pakai Topi)
Kemudian, pada jenjang SMP, saya melanjutkan pendidikan di salah satu SMP Katolik swasta favorit/unggulan di Yogyakarta yang juga berada dalam karya pendidikan para suster OSF. Sekolah ini memiliki sejarah pendidikan yang panjang sejak masa pasca-kemerdekaan, memperoleh status disamakan pada 12 Mei 1986, dikenal dengan kedisiplinan dan prestasinya, dan merupakan bagian dari karya pendidikan OSF yang telah memiliki akar sejarah di Yogyakarta sejak awal abad ke-20.
Memasuki jenjang SMA, saya bersekolah di salah satu SMA swasta favorit dan bergengsi di Yogyakarta yang berakar dari tradisi pendidikan Kristen Protestan. Sekolah tersebut memiliki sejarah sejak 1949 dan telah memiliki tradisi pendidikan yang panjang di Yogyakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, saya melanjutkan pendidikan tinggi di STMIK AKAKOM Yogyakarta, yang kini telah menjadi Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), dengan mengambil Program Studi Teknik Informatika jenjang S1.
Institusi ini berakar sejak 30 Juni 1979, ketika didirikan sebagai Akademi Aplikasi Komputer (AKAKOM), dan dikenal sebagai perguruan tinggi komputer pertama di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Saya bersama adik saya tahun 2008
Pendidikan S1 tersebut menjadi fondasi akademik saya dalam bidang komputer dan teknologi informasi.

Kurniawan saat masih mahasiswa UGM S2 Ilmu Komputer
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, saya melanjutkan pendidikan ke jenjang Master (S2) Ilmu Komputer di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. UGM didirikan pada 1949 dan merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua di Indonesia, dengan tradisi yang kuat dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Pendidikan tinggi saya memiliki keterkaitan langsung dengan bidang yang kemudian saya tekuni. Teknik Informatika menjadi dasar dalam komputer dan teknologi informasi, yang kemudian saya perdalam melalui Ilmu Komputer di UGM. Fondasi akademik tersebut selanjutnya berkembang menjadi fokus profesional saya pada cybersecurity, server infrastructure, cloud computing, IaaS, PaaS, dan data center.
Pertemanan, Komunitas, dan Orang-Orang yang Ditemui
Dalam perjalanan hidup, saya bertemu dengan banyak teman, sahabat, rekan kerja, dan berbagai orang lainnya.

Saya dan kawan-kawan di masa kuliah S1
Sejak SMP, saya memiliki teman-teman yang sama-sama tertarik pada komputer. Kami sering oprek komputer bersama. Saat kuliah S1, saya banyak berteman dengan mahasiswa satu jurusan, meskipun juga memiliki pertemanan dari disiplin ilmu lain. Kami tidak hanya belajar bersama, tetapi juga traveling ke Bali, Lombok, dan berbagai tempat lainnya. Beberapa di antaranya hingga kini tetap menjadi sahabat dan masih sesekali berkomunikasi.

Saya dan para karyawan X-code di era 2010an
Saya juga banyak belajar dari komunitas yang dibangun sebelum dan pada era X-Code, serta dari lingkungan kerja lintas generasi. Pada 2002, sebagai Generasi Y, saya banyak belajar dari rekan kerja yang didominasi Generasi X. Memasuki era 2010-an, saya lebih banyak bekerja bersama sesama Generasi Y atau milenial, kemudian pada era 2020-an semakin banyak bekerja bersama Generasi Z.

Tim X-code di acara ulang tahun X-code ke 20.
Saat ini lebih dari 22 tahun perjalanan X-Code tentu bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang orang-orang yang hadir di dalamnya. Dari komunitas, rekan kerja, karyawan, hingga berbagai profesional dan pengusaha yang saya temui, semuanya memberikan pengalaman dan perspektif yang ikut mengiringi bagaimana X-Code tumbuh, berkembang, dan terus maju hingga saat ini.
Awal Mengenal Komputer dan Teknologi

DOS
Ketertarikan saya terhadap teknologi telah dimulai sejak era 1990-an. Saya mulai menggunakan komputer sejak 1994, pada era DOS, dan memiliki komputer sendiri pada 1995. Pada pertengahan era 1990-an, saya mulai belajar pemrograman untuk pertama kalinya menggunakan GW-BASIC.
Pada akhir era 1990-an, saya juga masih sering menyewa CD aplikasi di DH91 Rental CD di Yogyakarta. Dari salah satu CD bertema hacker yang saya temukan saat itu, saya pertama kali mengenal berbagai tools yang berkaitan dengan keamanan dan hacking. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang semakin mendorong rasa ingin tahu saya terhadap dunia keamanan komputer.

Memasuki 1999, saya mulai memiliki akses internet sendiri sekaligus mulai mempelajari keamanan komputer. Dari sinilah ketertarikan saya terhadap keamanan teknologi semakin berkembang.
Pada 2001, saya mulai mendalami keamanan web dan pada tahun yang sama merilis website pertama saya di internet. Pengalaman membangun website sekaligus mempelajari keamanan web menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan saya di bidang cybersecurity.

Mandrake
Sekitar 2003, saya mulai menggunakan Linux, dengan Mandrake sebagai distribusi Linux pertama yang saya gunakan. Pengalaman tersebut semakin memperluas pemahaman saya mengenai sistem operasi dan teknologi open source. Selengkapnya tentang pengalaman saya dengan mandrake: https://masterkurniawan.my.id/index.php/2026/08/07/mengulang-waktu-bersama-mandrake-8-nostalgia-ram-32-mb-di-era-modern-proxmox/.


Pada 2004, saya meraih Juara 1 Web Design Kategori Umum dalam HUT FT UNY ke-23. Pada tahun yang sama, saya juga meraih Juara 1 Web Design pada Pekan Olahraga dan Seni STMIK AKAKOM. Bagi saya, pencapaian tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan awal saya di dunia teknologi, khususnya dalam bidang web development.
Pengalaman menggunakan DOS sejak 1994, memiliki komputer sendiri sejak 1995, belajar pemrograman sejak pertengahan era 1990-an, mulai mempelajari keamanan komputer sejak 1999, mendalami keamanan web dan merilis website pertama pada 2001, hingga menggunakan Linux sejak 2003 menjadi fondasi yang kemudian membawa saya semakin jauh ke dunia komputer, jaringan, server, cybersecurity, dan cloud computing.
Kehidupan Iman dan Pemuridan

Kehidupan Iman dan Pemuridan
Pada 2016–2017, saya mengikuti proses pemuridan di GKI Ngupasan, Yogyakarta, melalui Nitaskana (Komunitas Kapal Naga). Nitaskana merupakan komunitas pemuridan GKI Ngupasan yang menjadi wadah pembinaan dan pertumbuhan rohani.
Proses pemuridan yang saya jalani berlangsung dalam tiga tahap, yaitu Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah, dengan tujuan membangun dasar iman, pemahaman ajaran, pertumbuhan rohani, serta kedewasaan karakter dalam Kristus. Setiap tahap memiliki rangkaian pembinaan dan diakhiri dengan wisuda pemuridan.
Saya menyelesaikan seluruh rangkaian Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah pada akhir 2017. Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan iman dan pembentukan diri, yang kemudian berjalan berdampingan dengan perjalanan pendidikan, teknologi, dan pelayanan yang saya jalani.
Membangun dan Mengembangkan X-code

Tim X-code
Sejak 5 Juni 2004, saya mendirikan dan mengembangkan X-code (yang sebelumnya dikenal sebagai Yogyafree) sebagai wadah pembelajaran dan komunitas di bidang cybersecurity. Dalam perjalanan berikutnya, pengalaman saya di berbagai lingkungan profesional, termasuk HatSecure (Divisi Tlab) dan Cybercom, turut memperkaya pengalaman dan perspektif saya dalam mengembangkan X-code.
Dalam perkembangannya, X-code kemudian dikelola melalui PT. Kode Keamanan Indonesia, sebelum selanjutnya berada di bawah PT. Teknologi Server Indonesia. Perjalanan tersebut membawa X-code berkembang dari komunitas cybersecurity menjadi organisasi dan perusahaan teknologi dengan cakupan yang lebih luas.

Teknologi-teknologi yang digunakan X-code
Seiring perkembangannya, X-code tidak hanya bergerak pada bidang cybersecurity, tetapi juga membangun berbagai layanan dan infrastruktur teknologi, mulai dari shared web hosting, VPS, IaaS, PaaS, cloud computing, server infrastructure, hingga data center.
Infrastruktur tersebut menggunakan berbagai teknologi seperti Proxmox, Docker, Canonical MicroCloud, serta Ceph dengan triple replication pada sebagian sistem storage. Untuk keamanan, monitoring, dan observability, infrastruktur juga memanfaatkan berbagai teknologi seperti Wazuh SIEM, Grafana, Prometheus, Zabbix, dan Netdata.

Jaringan Data Center X-code
Salah satu bagian yang menjadi perhatian saya adalah pengembangan Enterprise Cyber Range, sebuah lingkungan cybersecurity yang dibangun untuk pembelajaran, pengujian, simulasi, dan pengembangan kemampuan keamanan siber.
Di dalamnya terdapat berbagai lingkungan dan skenario seperti Active Directory, FreeIPA, web exploitation, privilege escalation, lateral movement, exploit chaining, reverse engineering, malware analysis, hingga exploit development, termasuk simulasi Red Team dan Blue Team.

Dengan adanya infrastruktur tersebut, pembelajaran cybersecurity tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui lingkungan praktik yang memungkinkan peserta berhadapan dengan sistem, jaringan, server, dan berbagai skenario keamanan yang lebih nyata.
Validasi Ilmiah oleh Pihak Ketiga

Teknologi Shared Web Hosting yang saya kembangkan telah melalui proses validasi ilmiah dan dipublikasikan dalam Jurnal Media Computer Science. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jmcs/article/view/8911/6228
Pengalaman Profesional
Pengalaman saya bekerja di bidang teknologi informasi telah dimulai sejak 2002, melalui peran operasional dan layanan pengguna. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses awal saya dalam membangun kemampuan dan pemahaman di dunia teknologi.

Logo Hat Secure
Memasuki akhir 2011, perjalanan saya di bidang cybersecurity mulai memasuki tahap yang lebih profesional melalui divisi dan perusahaan tempat saya bekerja. Pada periode yang sama, saya mulai terlibat di HatSecure (Divisi TLab) sebagai bagian dari sebuah tim yang menangani berbagai proyek cybersecurity untuk pemerintah, instansi, dan perusahaan swasta.
Tim inti tersebut terdiri dari Novizul Evendi, yang saat itu menjabat sebagai CEO TLab; Danang Heriyadi, yang berfokus pada Exploit Development; dan saya sendiri. Dalam tim tersebut, saya turut membantu dalam penetration testing dan mengisi training cybersecurity.

Hatsecure
Layanan yang dikerjakan mencakup training, penetration testing, riset, konsultasi dan keamanan teknologi informasi, termasuk proyek untuk Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Cybercom
Pada periode yang sama, saya juga terlibat di Cybercom (CV Cerdas Cipta Insani) sebagai pengajar Linux dan cybersecurity. Selain mengajar, saya juga terlibat dalam pembuatan dan pengelolaan website serta administrasi web. Saat itu Cybercom berkantor di Pacific Building, Yogyakarta.
Dokumentasi X-Code
Berikut beberapa cuplikan dokumentasi aktivitas kantor, kegiatan perusahaan, serta berbagai aktivitas X-Code dari waktu ke waktu.
Kunjungan Industri X-Code
Pada 2022, kami dari X-Code melakukan kunjungan industri ke SUHU dan eFAC untuk melihat secara langsung perkembangan industri teknologi, pelatihan, dan infrastruktur IT.
Kunjungan industri
Pada 2023, kami kembali melakukan kunjungan industri ke TLab dan PT Global Intermedia Nusantara, yang bergerak di bidang teknologi informasi, pengembangan sistem, serta solusi digital.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perjalanan X-Code dalam memperluas wawasan, membangun relasi, dan melihat secara langsung perkembangan teknologi di dunia industri.
Kunjungan Industri ke X-Code
Dalam perjalanannya, X-Code juga menerima berbagai kunjungan industri dari sekolah, perguruan tinggi, dan institusi lainnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kami berbagi pengalaman serta memperkenalkan dunia teknologi dan cybersecurity secara langsung.
Dokumentasi berbagai kunjungan industri ke X-Code telah kami rangkum dalam playlist berikut:
Playlist Video Kunjungan Industri ke X-Code (PT. Teknologi Server Indonesia)
Cyber Sentinel Secure

Selain membangun X-code dan mengembangkan infrastruktur teknologi, saya juga menjalankan pelayanan melalui Cyber Sentinel Secure, sebuah komunitas pendidikan cybersecurity yang berfokus pada web penetration testing dan keamanan aplikasi.

Tim Inti Cyber Sentinel Secure
Di Cyber Sentinel Secure, saya melayani bersama Yohanes Nugroho dalam bidang pendidikan cybersecurity. Saya berperan sebagai pendiri sekaligus penguji, sementara Yohanes berperan sebagai pengajar.
Bagi saya, Cyber Sentinel Secure bukan sekadar tempat belajar cybersecurity, tetapi merupakan bagian dari pelayanan Kristen untuk berbagi ilmu, membangun kemampuan generasi baru di bidang keamanan siber, dan memberikan kesempatan belajar bagi mereka yang memiliki ketertarikan di bidang ini. Semangat pelayanan ini berlandaskan Soli Deo Gloria, segala sesuatu yang dilakukan dipersembahkan bagi kemuliaan Allah.
Cyber Sentinel Secure merupakan komunitas yang berdiri terpisah dari X-code, tetapi memiliki hubungan kemitraan dalam hal resource, infrastruktur, dan kesempatan magang untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Perjalanan yang Terus Berlanjut

Tim X-code
Perjalanan saya di dunia teknologi dimulai dari ketertarikan terhadap komputer sejak kecil, kemudian berkembang melalui pendidikan, pengalaman profesional, cybersecurity, hingga membangun berbagai karya dan lingkungan pembelajaran di bidang teknologi.
Perjalanan tersebut berkembang melalui berbagai pengalaman, belajar, bekerja, membangun, mengembangkan, menguji, hingga berbagi ilmu. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang terus membentuk cara saya melihat teknologi dan kehidupan.
Bagi saya, teknologi bukan hanya sesuatu yang dipelajari, tetapi sesuatu yang dibangun, dikembangkan, diuji, dibagikan, dan digunakan untuk memberikan manfaat.
Kurniawan – xcode.co.id | cybersentinelsecure.asia